Secara logik, setiap usaha pengembangan profesi (professionalization) harus bertolak
dari konstruk profesi, untuk
kemudian bergerak ke arah substansi spesifik bidangnya. Diletakkan dalam
konteks pengembangan profesionalisme keguruan, maka setiap pembahasan konstruk
profesi harus diikuti dengan penemukenalan muatan spesifik bidang keguruan.
Lebih khusus lagi, penemukenalan muatan didasarkan pada khalayak sasaran
profesi tersebut. Karena itu, pengembangan profesionalisme guru sekolah dasar
atau madrasah ibtidaiyah akan menyentuh persoalan: (1) sosok profesional secara
umum, (2) sosok profesional guru secara umum, dan (3) sosok profesional guru
sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah.selengkapnya bisa anda unduh disini download artikel
No comments:
Post a Comment